Jam 22:40, habis nganterin mimi pulang… sebelumnya habis nemenin dia rapat sama temen2nya di himpunan mahasiswa komputer. Waktu mau nungguin dikiranya bakalan bete, soalnya udah malem banget tadi, eh untungnya ada mahasiswa yg semester ini ke ajar sama saya. Namanya Cecep. Akhirnya kita ngobrol. Dia curhat gitu, tentang aktivitas dia yang rada - rada ribet karena dia kuliah sambil kerja (atau kerja sambil kuliah). Ya, intinya sih sharing aja bahwa ternyata “membagi waktu” itu sangat susah. Susah banget. Salah satu cerita lucunya adalah ketika dia pulang kerja (cecep kerja di YOMART) dan udah capek2 tapi tetep nyempetin dateng ke kampus untuk ikut perkuliahan. Mungkin karena kecapean, cecep “ngalenyap” (ketiduran) dikelas dan sempet lama banget tidurnya. Jadi nggak serius ngikutin kuliahnya. Tapi untungnya ada temennya yang baek dan ngebangunin dia waktu mata kuliah udah mo beres. Eh, nggak taunya waktu diabsen sama dosen yang bersangkutan dia malah dimarahin abis2an didepan kelas karena udah dia ikut kelas lain, trus dikelasnya malah tidur. Hahaha…. (yah namanya juga capek… habis pulang kerja, harus dengerin kuliah, teori lagi…). Tapi untungnya sang dosen berbaik hati dan akhirnya cecep bisa diabsen.
“Waktu bisa dibagi, tapi totalitas ?? sepertinya nggak akan pernah bisa terbagi “
Ini adalah topik yang “GUE BANGET” buat saya. Dulu, waktu saya ikut kelas ekstension (kelas karyawan) untuk ngambil S1 di STMIK LPKIA, saya mengalami hal yang sama. Saya kerja di perusahaan yang sekarang saya tempati (i-moov), kerja dari jam 8 - 5 sore, malamnya perkuliahan dimulai dari pukul 18.00 (jam 6) malam sampai dengan jam 9 malam. Wuih… bener2 persis dengan yang cecep ceritakan tadi. Saya sempet2nya tidur dikelas, dan terkadang juga malah bener2 tertidur. Hahaha… bukan contoh yang baik untuk ditiru. Tapi ini nyata. Hanya saja beberapa mata kuliah yang diambil waktu itu nggak semuanya boring, di mata kuliah yang saya sukai, saya nggak pernah ngantuk seperti PBO (Pemrograman Berorientasi Objek), KDKT (Kepemimpinan dan Kerjasama Team), atau mata kuliah RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)… Mata kuliah yang terakhir ini teori, tapi karena waktu itu kebetulan di kantor lagi mau ada kenaikan jabatan (dan akhirnya malah nggak jadi) dari programmer ke system-designer saya jadi seneng sama mata kuliah ini.
Berarti rasanya, waktu emang susah untuk dibagi - bagi. Seperti quote diatas… waktu mungkin saja bisa dibagi, tapi totalitas kita… kesungguhan kita terkadang sulit untuk dibagi. Pada akhirnya memang kita harus memutuskan yang mana yang harus dan akan menjadi prioritas utama kita dalam menjalani hidup karena tetap saja kita harus dihadapkan kepada 2 pilihan. Saat ini saya kerja di dua tempat… yang satu jadi Programmer, yang satu lagi ngajarin orang jadi programmer. Saya tau kemampuan saya terbatas, di kantor malah banyak yang lebih jago dari saya di bidang programming… “i’m just nothing lah”… like that. Tapi nggak pernah ngeberhentiin niat saya untuk bisa memberikan sesuatu kepada orang lain yang belum bisa. Dengan harapan, dia bisa mendapatkan sesuatu dari apa yang saya ajarkan. Contoh: bisa bikin program hingga akhirnya bisa dapetin duit dari situ.
Sekarang pertanyaannya:
“kenapa saya masih bertahan dengan dua pekerjaan ini?”
padahal kedua - duanya menuntut professionalisme kerja. Lalu apa saya nggak professional?? Wew, ini pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Saat ini saya masih menganggap pekerjaan saya mengajar di LPKIA menjadi sebuah kesempatan bagi saya untuk berbagi dan bertemu serta berinteraksi dengan orang banyak. Sementara, pekerjaan utama saya tetap yang ini. Kalau alasan yang “nyleneh”nya sih, ya.. saya tetep ngajar supaya bisa sering ketemu sama mimi. Logis juga tapi nggak semuanya benar. Uang bagi saya nggak terlalu jadi masalah walau sampai saat ini belum ada Motivasi lain selain uang yang membuat saya mau bekerja. (ini aneh, tapi kebanyakan orang belum bisa bekerja karena memang dia menyukai pekerjaan itu).
Suatu saat nanti pasti saya akan dihadapkan pada dua pilihan… tapi sekarang saya berjalan bersama waktu dan rutinitas yang masih saya usahakan untuk seimbang. Waktu yang ada… ya … waktu yang untuk dibagi - bagi. Pinter2 bagi waktu saya belum bisa… tapi menyiasati waktu… maksa2in dikit, Insya Allah bisa. Mudah2an ada jalan lurus bagi teman - teman, rekan kerja, siapapun yang sedang kesusahan membagi waktu. Amin.