Air panas V.S Air dingin
Nah, kali ini saya mau sharing sedikit uneg2 saya. kisahnya tentang air panas dan air dingin. Simple sih kedengarannya tapi ini bisa menjadi filosofi (deuh, bahasanya) yang lumayan bagus diterapin di kehidupan sehari - hari. Ceritanya berawal ketika saya mendapat kesedihan…ya…setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan. Penyebabnya bisa bermacam - macam…bisa sedih karena kehilangan, sedih karena kegagalan…atau yang lebih spesifiknya…sedih ditinggal pacar, ditolak sama cewek/cowok, sedih karena gagal masuk ke universitas negeri, sedih karena gagal diterima kerjaan. Pahit memang, apapun penyebabnya…dan biasanya orang - orang bijaksana akan berkata bahwa “hidup memang seperti itu, tidak selamanya seneng terus…kadang kita ada diatas, kadang kita dibawah..” Nah, saat dibawah itulah saat keterpurukan kita.
Saya pernah ngerasa…kalau pepatah semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin dahsyat angin yang menerpanya…itu bener banget. Atau pepatah ini: semakin tinggi kita terbang ke atas, maka resiko untuk jatuh dan sakitnya akan semakin tinggi pula….Hahaha, pastinya setiap orang mempunyai cara - cara yang berbeda untuk menyikapi kesedihannya… ada yang curhat, menangis, mencari aktivitas lain untuk melupakan kesedihan itu…atau apapun lah yang bisa bikin kita hepi lagi…nggak murung lagi. Kan, setiap orang sama punya masalah, tapi cara menghadapinya yang berbeda untuk menghadapi masalah itu yang bikin tiap orang beda - beda cara melupaakan kesedihannya itu.
Yang jadi permasalahan adalah, kadang kesedihan…rasa sakit itu nggak bisa hilang dalam waktu yang sebentar. Ini memang tergantung dari seberapa dalam rasa sakit yang kita rasakan… tangan yang tergores dalam kena pisau tentu akan lebih lama sembuhnya dari pada tangan yang tergores sisi pintu triplek yang tajem misalnya…. semakin dalam luka, semakin lama sembuhnya..
Lalu apa hubungannya sama air panas dan air dingin???
Inget cerita tentang orang yang kepedesan karena makan cabai?? Hahaha….kasus ini sering terjadi juga kan sama kita (apalagi yang seneng makan gorengan, bala - bala, gehu)..begitu mulut terasa pedas karena banyaknya cabai hijo yang kita makan maka kita akan merasa sakit…(tentu aja nggak sama dengan rasa sakit kena pisau) tapi itu tetap sakit karena telah menyebabkan tubuh kita merasakan hal yang biasanya tidak dia rasakan…. Nah, kalau sudah begini apa yang akan kita lakukan??? biasanya kita minum kan kalau kepedesan….Lalu kita akan dihadapkan pada dua pilihan…: minum air dingin atau air panas?? Memangnya beda? jelas beda dan ini sudah terbukti!
Air dingin: menyegarkan….dan membuat rasa pedas dimulut kita hilang begitu kita mengalirkan air dingin itu dan mengulumnya didalam mulut kita selama beberapa saat….Namun, saat kita menelan air itu…??apa yang terjadi? rasa pedas masih ada. Kita lalu mengambil air dingin itu lagi…..hilang lagi…lalu saat ditelan terasa lagi…begitu terus sehingga berkali - kali kita harus meminum air dingin sampai kembung…..Pada akhirnya toh, rasa pedas itu hilang dengan sendirinya setelah beberapa lama kan?
Air panas: (nggak panas2 banget kali, cuma ya air hanget lah bisa dibilang) mungkin akan terasa sangat menyakitkan dimulut ketika kita meminumnya….AAaaaRrrRrrHgghhHH….panassssssss..udah mulut pedas malah dikasih air panas!! begitu kira2 kalau kita menggumam kesal. Tapi tunggu sebentar…setelah beberapa saat…rasa itu akan hilang dan dibarengi dengan kesabaran maka rasa pedas itu akan hilang lebih cepat dari pada bergelas2 air dingin yang kita minum.
Kesimpulan? air panas lebih cepat menyembuhkan rasa pedas daripada air dingin..
Lalu hubungannya dengan kesedihan?? ya ..mungkin pembaca blog ini bisa bantuin menyimpulkan postingan ini ya di comment…
Heueheu..nggak penting posting2 beginian…Menunggu Pagi…menanti matahari pagi menyambut dengan sinarnya yang akan cerahkan hari ini….begitu sudah malam aku menunggu pagi lagi….dan menanti mentari lagi….


