November 25, 2006

Time Bomb

Filed under: Curhat — satriadarma @ 9:16 am

timebombAku berpacu dengan waktu … dengan pertanyaan, dengan harapan dan tentu saja…masih dengan luka. Hanya saja… semakin dia sakiti aku, semakin keras ikhtiarku. Apa aku salah? jika seperti ini. aku hanya tak ingin perenunganku hampa hanya dengan memikirkan bahwa tak pernah ada kesempatan lagi untuk memilikinya. Padahal aku sangat percaya Allah maha adil untuk memberikan yang terbaik bagi setiap hambanya.

Dia memutuskan untuk tidak menemuiku lagi. Cukup. Rasanya dia sudah tidak kuat menahan beban dari sana sini. Satu sisi dia ingin berbakti, sisi yang lain masih ingin bersamaku. Rasanya tidak… dia tidak ingin bersamaku. Dia hanya membutuhkanku. Dan setelah semua yang dia mau aku berikan… apa ada jaminan dia tidak akan meninggalkanku?? Sementara aku masih terus berpacu dengan waktu.

Waktu yang suatu saat akan meledak dan kita lihat saja apakah aku akan kecewa untuk yang kedua kalinya…? atau justru tetap tegar setegar batu karang dilautan. walau apapun yang akan terjadi nanti. Yang aku tahu…cinta butuh pengorbanan…butuh lebih dari sekedar tahun - tahun yang berjalan seiring dengan dalamnya cinta. Cinta membutuhkan perjuangan…dan itulah yang aku lakukan. Dalam hati aku tak pernah tahu sampai kapan ini akan berhenti. Bahkan jika pernikahan sudah terjadi pun? Bodoh !!.

Inilah kesalahanku akibat terlalu dalam mencintai orang lain…Namun, perlahan seiring berjalannya bom waktu itu, aku selalu mencoba membuka hatiku untuk yang lain. Jikasaja ada yang mau mengerti aku.

(antara kebodohan dan keyakinan)

November 24, 2006

Jika Cinta maka datanglah

Filed under: Curhat — satriadarma @ 10:37 pm

… Bahkan ketika aku berterus terang padanya perihal cinta yang masih tak pasti, dia tetap tersenyum seraya berkata…”nggak apa2..aku ngerti ko!”. Semakin aku berusaha stabil, rasaku pada dirinya menjadi tak terkendali. Itulah mengapa aku masih belum bisa menemukan alasan yang tepat kenapa aku harus berpindah ke hatinya. Karena aku sendiri masih tak pasti. Rasanya ingin sekali kehancuranku ini tidak berkeping2 lagi…ingin sekali semuanya tak berbekas…sehingga dengan mudahnya aku dapat menciptakan kepingan hidupku sendiri tanpa merangkai pecahan yang begitu banyak…teramat banyak.

missuLuka itu masih membekas. Aku tahu…dia pun tahu. Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semuanya… jawaban atas pertanyaan dan penantianku akan cinta yang sejati. Cinta sejati?? Ah…aku tak ingin memaknainya lebih dalam. Cinta sejati hanyalah kebohongan saat kita patah hati… selebihnya hanya kesetiaan terhadap hal yang kita yakini. Hubungan dua insan tak bisa semudah seperti ini. Aku tahu… dan mungkin saja jauh didalam diriku yang lain aku memang membutuhkan dia untuk mengobati luka. Tapi sungguh, aku hanya tak ingin membuatnya terluka justru dengan ketidakberdayaanku saat ini.

Aku hanya bisa berujar….Jika cinta maka datanglah !! bukan dia…bukan aku…tapi cinta. Mungkinkah aku bisa menemukan itu didalam dirinya??

(Semuanya masih tetap tanda tanya…
Bersabarlah cinta…mungkin kita bisa bersama)

November 17, 2006

And i don’t feel like i am strong enough

Filed under: Curhat — satriadarma @ 3:15 pm

Siang ini ada sedikit percakapan dengan seorang teman yang –unknown–. Aku bahkan tidak tahu siapa namanya. Hanya saja memang sepertinya aku pernah mengenalnya…dekat. Begitu dekat kah? sampai dia peduli tentang keadaanku saat ini. Akhirnya aku tidak mempedulikannya lagi. Ketika begitu banyak saran - saran yang dia berikan…aku merasa bahwa aku tidak sendiri. Begitu banyak hal didepan sana yang bisa dijadikan alasan kenapa aku harus melangkah lagi. Sampai detik ini bahkan, ketika pengharapan menuju puncaknya untuk kedua kali…aku tetap berfikir bahwa aku belum cukup kuat untuk ini semua.

Mereka bilang aku bodoh. Terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Terlalu dalam menangisi hal yang sudah berlalu dan yang lebih parah…terlalu sadis mendramatisir semua keadaan ini. “Terlalu lama fan…keterlaluan kamu !!”. Dan aku tak peduli lagi. Cepat lambat aku harus bangkit. Ok. aku tau itu. aku pun tak ingin terus - terusan “gelap” seperti ini. Semua membutuhkan waktu bukan? dan itulah yang aku lakukan.

Percakapan ini begitu aneh… mungkin karena terbiasa dengan film - film drama luar negri sehingga kami harus bercakap - cakap dengan bahasa inggris. Dan percayalah bahwa “our english is not well”. Tapi setidaknya ini memberiku semangat dan sedikit lagi dorongan untuk segera keluar dari ketidakberdayaan ini.

see the conversation here
to co_cute_blue 21
(i don’t even know your name pal,but thx a lot for that)
PATHETIC SHIT

November 12, 2006

Ada kesedihan tak terlihat

Filed under: Curhat — satriadarma @ 9:11 pm

kesedihan tak terlihatAda kesedihan tak terlihat saat aku menatap ke atas. Pepohonan rindang di belantara desa Margawati, sebuah daerah di kaki gunung Cikuray - Garut, Jawa Barat.

Saat itu aku hanya melihat bahwa langit masih cerah. Secerah perasaan ketika berpose bersama sang pohon. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa pada saat yang sama…dia tengah pergi ke lain hati. Menerima dogma yang tua untuk beralih mencintai orang lain. Tidak pernah terbersit dalam hati bahwa pada saat aku menatap keindahan alam di siang itu, dia sedang asyik berjalan - jalan menyusuri belokan - belokan jalanan disekitar kota Garut. Bersama lelaki lain.

Sakit.

Seandainya saja aku tahu… mungkin yang akan aku lakukan adalah menebang pohon - pohon. Menyingkirkan semak2…dan mencoba untuk turun gunung. Mengejar lelaki breng*** yang dengan teganya merebut belahan hati dan menghancurkan aku menjadi kepingan - kepingan emosi kesedihan.

Tapi aku tidak tahu. Ketika itu aku masih bisa tertawa, masih bisa merasa bahwa tidak pernah terjadi apa2. Namun, aku bersyukur bahwa aku masih bisa mengetahui yang sesungguhnya secepat mungkin… walaupun pahit. Setidaknya rasa sakit ini lebih baik dibanding bahagiaku dengan kesedihan yang tak terlihat.

Seharusnya kau pergi…melepaskan diriku
jangan kau kembali, lupakan semua kenangan kita
(Channel, kenangan kita)

November 11, 2006

My Unintended

Filed under: Curhat — satriadarma @ 11:27 pm

… Dan dia datang ketika aku sedang terluka. Memperhatikan aku, menjagaku dan memastikan bahwa setiap malam aku dapat tidur dengan tenang. Memastikan bahwa setiap hari aku tidak akan pernah berhenti untuk menjadi lebih baik lagi…lebih sehat lagi. Hampir setiap malam dia meneleponku hanya untuk memastikan bahwa aku baik - baik saja. Hampir setiap hari pesan-singkat ku terima dengan isi yang menanyakan apakah aku sudah makan.

unintendedDia tidak pernah menyadari betapa aku masih belum bisa melupakan cinta yang lalu. Tapi dia tidak peduli. Dia tetap pada pendiriannya, memperhatikan dan menjagaku. Seolah tak peduli akan waktu yang melaju.
Aku sendiri tak bisa memungkiri keberadaanya membawa ketenangan bagiku. Aku berhutang padanya. Sungguh. Setidaknya dia yang -bahkan tidak tahu masa laluku- mau untuk menjadi seorang sahabat terbaik. Aku masih menerka - nerka keinginannya. Apa yang dia butuh dari seseorang seperti diriku? Cinta? terlalu dini rasanya. Kalau saja aku bisa mengetahuinya dan bisa membalasnya pasti akan kuberikan. Namun aku sendiri masih belum bisa fokus dengan apa yang sebenarnya ku butuhkan. Antara melupakan cinta yang hilang dan kembali memikirkan pencarian cinta baru bersama dia, atau tetap berjuang mendapatkan cinta sejatiku…atau bahkan mencoba mencari cinta yang lain ditempat yang lain. Ah…
Ini tak adil baginya.

Sampai suatu ketika aku sempat berfikir untuk melepasnya. Dia tak pantas untukku. Penantiannya akan teramat panjang untuk seorang lelaki macam aku. Aku masih ingin menikmati rasa sakit ini…sementara apa yang dia lakukan?? Seandainya dia sadar, bahwa yang dilakukannya dapat berakibat pada kekecewaan. (aku rasa dia sudah memikirkan itu). Hanya saja…kepingan - kepingan luka dalam hatiku masih berserakan. Dan dia tidak boleh membantu merapikan…Harus aku sendiri.

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before
(Muse-Unintended)

Next Page »