Perlahan – lahan
Membereskan kepingan – kepingan sesal yang tersisa. Berharap semua kan baik2 saja. Amin… Allah sayang sama hambaNya ini karena masih di uji dengan berbagai cobaan. Semoga diberikan jalan keluar ya Allah…
Membereskan kepingan – kepingan sesal yang tersisa. Berharap semua kan baik2 saja. Amin… Allah sayang sama hambaNya ini karena masih di uji dengan berbagai cobaan. Semoga diberikan jalan keluar ya Allah…
Ketika hidup memberikan persimpangan, apa yang harus kita lakukan? memilih ke kanan, kekiri, atau terdiam di persimpangan sambil berfikir untuk mundur kembali?
ketika ada yang datang dan pergi apa yang akan kita katakan pada hati ?
Kadang apa yang kita ingini selalu datang disaat yang tidak pernah tepat. saat dimana kita harus memikirkan lagi perihal jalan hidup yang telah kita pilih dan jalani selama ini. Kembali lagi kepadaNya, hanya disaat seperti ini? lalu kemana ketakutan ketika kita berada di atas…
Mungkin saja semua bisa diraih. mungkin saja semua ini hanya kerikil kecil (cobaan) atas apa yg telah kita lakukan dan sudah seharusnya di pertanggungjawabkan… hmm… membicarakan hati memang sulit. Jika pada saat presiden sby beristikharah untuk memilih jadi berboedy, maka bagaimana jika seorang lelaki menuntut keinginannya untuk mendapatkan pendamping yang sejati?
huff…. kenapa ya, semakin hari semakin kurang produktif. hff. susah menej waktu.. susah menej diri sendiri. banyak yang terbengkalai. banyak yg gak k urus.
overload? mungkin. oh God… berikan petunjukMu.
Pagi hari (udah agak siang sih sebenernya), terbangun dengan melihat notification di facebook yg mengatakan salah seorang teman dosen saya ngapprove friend-request yg saya kirim beberapa hari yang lalu. langsung saya liat profile beliau… disana ada status yang mengatakan
“Tanpa Status Lebih Bersih, maka berhentilah mengeluh & terima semuanya dengan ikhlas dan sabar. jagalah lisan & tulisan dari hal-hal yg merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.”
hmm.. actually, rada kasepet. Mungkin ya, selama ini dengan facebook qt bisa narsis2an… ngomong suka sangeunahna wae (seenaknya aja). Karena qt ingin eksis, ingin terlihat ok… ops dan jg status. seberapa bangga qt bangga kalau status d facebook qt in relationship? complicated? etc. rasanya lebih bangga kalau statusnya udah jadi Married With..
hmm… ya intinya entah status teman saya itu ditunjukan untuk siapa, ini jadi peringatan dan pembelajaran jg bagi saya bahwa… Saya harus lebih baik menjaga lisan, menjaga tulisan. Jangan sampai menyinggung orang lain dan membuat orang lain terluka. Maafin saya ya kalau ada salah2 kata selama ini.
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”[Al-Hujurat : 12]
hmm.. diawali dengan bismillah dulu. pingin nulis tp slalu g kesampaian waktunya. a lot of change in life… umm, actually.. g terlalu banyak yg berubah. bahkan kadang terasa gini2 aja. waktu yg berlalu sekarang terasa cepet banget. entah kenapa ya? karena dunia udah sudah tiba masa tua nya, atau justru qt yang semakin tua & kadang nggak sadar kalau banyak waktu yg qt buang dengan percuma. tanpa ada produktifitas apapun.
nggak kerasa, sekarang udah hari kamis lagi. baru minggu kemarin saya pergi ke Cijulang, pangandaran – ciamis. jam segini lagi di bus. Bus budiman yang naiknya dari terminal Cicaheum, bandung. Perjalanan yang lumayan lama. sangat lama kadang… berbeda dengan ketika menunggu waktu. beberapa kenangan datang dan pergi. bersama mereka, bersama dia, bersama keluarga. Kenapa ya harus ada perpisahan? kenapa ya harus ada air mata. kesedihan, kenapa harus ada saat – saat melepaskan? atau ditinggalkan…
Perpisahan.
sekiranya masih ada waktu untuk lebih bersabar… saya pingin bersabar untuk mengerti keadaan ini. mengerti bahwa memang perpisahan bisa saja terjadi entah saat ini atau nanti. yang pasti saya selalu merasakan takut kehilangan… selalu. rasanya perasaan ini sangat manusiawi sekali…
hahh.. jadi ga ngerti ini teh nulis apa…. teu nyambung jeung judulna. bae ah…